Pengalaman Terburuk Yang Pernah Di Alami Di Sebuah Motel

Pengalaman Terburuk Yang Pernah Di Alami Di Sebuah Motel

Pengalaman Terburuk Yang Pernah Di Alami Di Sebuah Motel

BlogUnik8899 – Tahun lalu, Saya dan teman baik saya Ally melakukan perjalanan ke Amerika, mencoba untuk bermain ski sebanyak mungkin di berbagai tempat . Kami banyak melakukan permainan ski, mengemudi, dan tidur di sofa-sofa., tempat hentian truk dan tentunya motel. Kebanyakan motel yang kami tempati itu baik-baik saja. Beberapa menyediakan sarapan yang enak,beberapa memiliki bathtub yang kurang bersih sehingga kami harus membersihkan diri di bawah shower dan bercanda bahwa kami akan hamil karena airnya, beberapa memiliki bercak yang aneh yang kami berusaha untuk tidak memikirkannya, beberapa yang bersih tetapi sangat dingin, sedikit yang menyenangkan, Hanya ada satu yang mengerikan.

Kami berhenti di depan motel sekitar jam 10.30 malam setelah seharian bermain ski yang dilanjutkan dengan perjalan mengemudi selama 6 jam. Kami sangat lelah dan bersiap untuk tidur. Kami telah melalui beberapa jalur yang salah dan kami tidak tahu keberadaan kami pastinya dimana. Kami tidak mau akses data dengan menggunakan kartu sim Canada kami, jadi kami pun menggunakan peta kertas untuk menuju tujuan kami. Agak berhasil, tetapi kami yakin kami masih membutuhkan beberapa waktu perjalanan untuk mencapai kota berikutnya, dan kami tidak mengharapkan itu. Jadi ketika kami melihat sebuah tanda lampu neon yang berkedip bertulisan ” Motel ” , kami tidak perlu mengatakan apapun. Kami berdua tahu bahwa disanalah kami akan menginap untuk semalam.

Setelah kami menepi di depan kantornya, saya perhatikan hanya kami saja yang akan bermalam disana, saya memberitahu diri saya sendiri bahwa itu tidak menyeramkan, kami berhenti dekat dengan tempat turis di pertengahan musim dingin dan musim panas, tentu saja ada kamar yang tersedia. Kenyataannya, kami harus menganggap bahwa kami beruntung karena mereka masih buka untuk bisnis. Tidak seharusnya menyeramkan.

Kami pun memasuki ruangan kantornya dan lonceng kecil melengking mengumumkan masuknya kami ke dunia. Kami menunggu seseorang untuk datang ke meja depan. Kemudian kami menunggu agak lama. Kami melihat satu sama lainnya dengan alis mata dinaikan dan mengetuk jari kami dengan tidak sabar di mejanya.

“halo” Ally menyapa dalam kesunyiaan. ” Apakah ada orang? ”

Kami menunggu beberapa menit lagi kemudian pintu dibelakang kaunter terbuka perlahan-lahan. Seorang pria tua mengeluarkan kepalanya dari dalam, melihat kami dan raut wajahnya tersenyum sinis.

“Tamu” dia berkata. ” Kamu tahu, saya berpikiran saya mendengarkan sesuatu tetapi saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa itu hanyalah imajinasi. Kami tidak kedatangan tamu pada jam begini. dan dua wanita muda juga. Saya meminta maaf karena telah membuat kalian menunggu. Saya hanya tidak bisa percaya mempunyai keberuntungan ini. Selamat datang Selamat datang Selamat datang.

Dia pastinya adalah orang tua aneh, tapi saya terbiasa dengan bekerja pada malam hari yang panjang, sayu tahu betapa gembiranya saat hal seperti ini terjadi.

” Jadi, pelancong yang kelelahan, Boleh saya tawarkan sebuah kamar untuk anda beristirahat? ” Dia tersenyum.

“Ya, Harga per malam berapa untuk kamar 1 kasur ?

Dia menatap kami, tersenyum tanpa bimbang.

“$99 untuk 2 kasur. $79 untuk satu kasur.”

Saya sudah hendak meminta kamar dengan dua ranjang, Ally tidurnya lasak dan selalu merebut selimut. Semalam dia membuat saya terbangun terus menerus.

” Pilih saja dua tempat tidur” Saya penuh tatapan memohon.

Dia melihat saya sejenak dengan jengkel.

Saya melihat kembali ke orangnya. Senyum sinisnya telah sirna. Dia kelihatan jengkel seperti Ally di saat itu juga. Ketika dia menyadari bahwa saya sedang melihatnya, senyum sinisnya langsung bertebaran di wajahnya.

” Sepertinya kami hanya mempunyai kamar dengan satu kasur. Saya minta maaf. ”

” Tunggu, apa? ” Saya tidak bisa menahannya. ” Sepertinya tidak ada orang disini! ”

” Iya, benar, itulah masalahnya, bukankah begitu. Kadang-kadanag kami tidak mempersiapkan semua kamar pada musim dingin. Hemat biaya, kamu tahu.”

Saya sempat mempertimbangkannya. Hal ini tidak masuk akal sama sekali, tetapi saya sudah terlalu lelah untuk berdebat.

” Bagaimana jika saya memberikan diskon untuk kalian? $69 untuk kamar dengan satu kasur? ”

” Kami akan mengambilnya ” Ally menjawab sebelum saya sempat memikirkannya. ” Terima Kasih! Apakah bisa membayar denga kartu? ”

” Ah, tidak, Saya rasa tidak. Kami tidak pernah menggunakan peralatan yang canggih.

Kami punya cash, tidak menjadi masalah. Dia menyeramkan tetapi kami lelah. Kami bayar, mendapatkan kunci dan mengemudi ke atas, parkir didepan kamar kami, saya mengambil barang-barang saya dimobil, membuka kuncinya, dan mengelilingi kamarnya. Terlihat bersih, Kasur juga besar, dan saya sangat kelelahan.

” Hei, saya akan keluar berjalan-jalan. Kaki saya sangat kaku. ” Ally berkata dibelakang saya. ” Mau ikutan?”

Saya melihat ke kasur. Terlihat sangat nyaman. Ally mempunyai point yang bagus, tetapi kasurnya serasa berbicara dengan saya.

” Tidak, saya akan mandi dan istirahat. ”

” Baiklah, Saya tidak akan lama. ”

Dia berbalik dan pergi, Saya menutup pintu dibelakang saya dan melucuti pakaian saya secepat yang saya bisa. Saya langsung mandi dang perasaan yang sangat berharga pada saat air panas mengalir ditubuh saya. Saya harus memaksa diri saya untuk keluar. Saya memasuki kamar, memakai pakaian tidur saya dan berbaring di atas kasur saya. Ally belum balik, tetapi malamnya bisa berlalu hingga sejam, walaupun dia sangat kelelahan. Dia sangat susah untuk terlelap dalam tidur dan berjalan itu dapatnya mambantunya.

Saya mengambil ponsel saya dan mencoba untuk konek ke wifi. Tidak berhasil dan saya pun merasa kesal. Bukan karena saya membutuhkan wifi tetapi karena saya sudah membayarnya dan saya menginginkannya.

Jadi saya hanya berbaring disana, merasa kesal dan meloto ke arah kipas angin. Modelnya sangat aneh, sesuatu yang berwarna hitam menempel keluar dibawahnya. Saya belum pernah melihatnya. Saya bertanya-tanya apakah itu.

Kemudian saya berpikir tentang bagaimana bisa hanya kami yang bermalam disini, bagaimana Ally sedang berjalan ntah kemana sendirian ditengah malam, bagaimana saya tidak tahu kemana dia saat ini, bagaimana menyereamkan pria tadi ketika dia tertawa sendiri dengan leluconnya. Lalu ketakutan yang familiar menghantui saya. Saya mengetahui kemana arah pikirian saya. Saya memiliki imajinasi yang super. Saya selalu mengubah segala situasi menjadi film horor dikepala saya. Itu adalah masalah sesungguhnya pada kencan saya. Saya berpikir semua lelaki adalah pembunuh berantai. Ally selalu mengejek saya untuk itu.

Saya berpikir bagaimana pria tadi telah menawarkan kami kamar 2 kasur dan kemudian menolak untuk menyewakannya kepada kami. Apakah dia menginginkan kami di dalam kamar ini? Kenapa? Kemungkinan dia mempunyai imajinasi yang seram akan dua orang wanita cantik tidur dalam 1 buah kasur yang sama. Urgh. Saya menggelengkan kepala saya, berusaha untuk menghentikan pikirian saya yang tak terkontrolkan. Saya bangkit dari kasur saya dan pergi ke arah cermin yang besar di gantung di dinding. Saya menguraikan rambut saya dari handuk dan mengikatnya. Saya benar-benar tidak bisa menetip kenjanggalan dari tubuh saya. Saya tahu bahwa saya tidak akan tidur nyeyak nanti malam.

Untuk beberapa alasan, Saya berpikir tentang cermin satu arah di film Cabin in the Woods. Tuhan, Kenapa saya menonton film horor? Selalu terbayang-bayang pada waktu yang tidak teapt. Sangat menyeramkan, Samar-samar Saya mulai mengingat bahwa ada cara untuk melakukan pengecekan terhadap apakah sebuah kaca asli atau tidak. Kamu memegang kacanya, apabila tidak ada kesenjangan antara jari tangan kamu dengan cerminnya, itu palsu?

Saya menyentuh kacanya. Tidak ada kesenjangan. Saya bisa melihat mataku melebar ketakutan di cermin.

Tunggu, pasti bukan hanya ini, Saya mencoba untuk beralasan dengan diri saya sendiri. Ini hal konyol. Kami baik saja. Ini harus menjadi sebaliknya. Tapi mungkin…

Saya menyadari Saya bisa memeriksa cermin di kamar mandi. Ini adalah salah satu cermin kabinet obat-obatan, yang satu itu jelas cermin nyata.

Dengan perlahan saya berjalan kedalam kamar mandi. Semoga sama, Semoga sama, Semoga sama, Saya bergumam. Saya menyeka cermin yang dipenuhi kabut, menarik napas dan perlahan saya tekan dengan jari saya dipermukaan cerminnya. Nadi saya serasa dingin. kesenjangan. Saya menarik nafas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan pikiran saya. Kami perlu keluar dari sini. Ally dimana? Saya merasa panik, saya perlu keluar dari sini. Ok. Tapi dengan perlahan. Mereka bisa saja sedang memantau. Siapakah mereka? Saya tidak boleh membiarkan mereka tahu. Saya harus keluar dari sini,

Benda hitam di kipas itu. Dalam keadaan shock. Itu seharusnya sebuah kamera.

I went back into the bedroom, and started putting my stuff back in my little bag. I hoped it looked innocent enough. Maybe we wanted an early start, right? Maybe I had OCD and liked all my stuff in my bag. It was fine. I went to put the bag in the car. I turned the doorknob.

Saya kembali ke kamar tidur dan mulai memasukkan barang-barang saya di tas kecil saya. Saya berharap ini kelihatan seperti biasa. Kemungkinan kami memerlukan hari yang lebih awal, betul? Kemungkinan saya mengidap OCD dan menyukai semua barang saya ada didalam tas saya. Saya hendak meletakkan tas saya di mobil. Saya memutar gagang pintunya.

Tidak bergerak.

Saya berusaha untuk tetap tenang dan tidak panic. Mereka bisa saja sedang melihat gerak-gerik saya.

Kemungkinan macet. Saya mencoba gagangnya. Tidak ada apa-apa. Saya menggunakan semua tenaga saya. Tidak bisa.

Saya mengeluarkan ponsel saya, hendak sms Ally, telepon polisi.

Tidak ada signal. Saya mau nangis, Saya melihat sekitar kamar mencari jendela. Untuk pertama kalinya, saya perhatikan mereka memiliki bar di depannya. Tentunya saya pernah melihatnya, Ini adalah tindakan pencegahan, di lantai dasar apartemen saya di kota ini juga memiliki mereka. Jadi tidak ada orang yang bisa bobol masuk kedalam.Saya belum pernah menganggap bahwa mereka juga sangat efektif menghentikan orang yang lolos keluar

Saya berpikir bahwa pintunya pasti hanya bisa dibuka dari luar. Setelah kamu berada didalam kamar, maka kamu akan terkunci. Saya menumpuhkan semua harapan saya di idea tersebut. Ally akan kembali, membuka pintu dan kami keluar dari sini.

10 Menit ke depan adalah waktu yang sangat panjang dalam hidup saya. Saya selalu memikirkan segala cara, akan tetapi otak saya sepertinya tenggelam di dasar laut. Akhirnya saya mendengar suara langkah kaki diluar.

Ally sudah kembali!

Saya bangun, Berdiri tepat di depan pintu. Dia memasukan kunci, memutar dan terbuka.

” Ally, naik ke mobil sekarang juga. ” Saya berkata sambil mendorong dia keluar dari kamar.

” Apa?? Kenapa?? ”

” Ada kamera di dalam kamar. ” Saya mendesis sambil mendorongnya.

Matanya melebar dan dia segera mematuhinya, saya membuka kunci mobil, melempar tas saya dibelakang dan kami berdua langsung masuk ke dalam mobil.

Pintu kamar yang berdekatan terbuka lebar dan pria tua itu berlari keluar. Dia memukul kap mesin mobil. seakan mencoba untuk menahan kami dengan tangan kosongnya.

Kami berdua berteriak sambil meninggalkan pria tua itu.

Meskipun dalam keadaan panik, saya dapat melihat beberapa bayangan dibelakang dia di ruangan tadi. Dia tidak sendirian.

Saya hanya mengemudi saja sambil berdoa agar mereka tidak mengikuti kami.

” Kami harus menelepon polisi. ” Ally berkata setelah sejaman perjalanan ” Kami harus. ”

Saya mengangguk.

Dia menggunakan koneksi internetnya yang berharga untuk mencari nomor telpon Sherif lokal dan menelepon mereka.

“Hei, Saya mau membuat laporan – hampir sebuah tindakan kriminal, saya minta maaf, Saya tidak begitu yakin tentang tindakannya- ”

” Tidak Pak, bukan sebuah lelucon ”

” Kami menginap di motel ini dan terdapat… sebuah kamera. ”

” dan salah satu dari cermin tersebut adalah cermin satu arah. ” Saya menyela.

” Apa? ” Dia berputar ke arah saya.

” Yeah, beritahu dia!”

” Dan sebuah cermin satu arah. dan pintu yang tidak bisa dibuka dari dalam. ” Dia berkata, melihat ke arah saya untuk memastikannya, Saya mengangguk.

” Dan ada orang di dalam ruangan belakang cerminya juga. ”

Her eyes went wide in fear as she repeated the information. Then she described the location of the motel.

Matanya melebar ketakutan saat dia mengulang informasinya. Kemudian dia merincikan lokasi motelnya.

” Ya ”

” Mm.. Tidak. ” Dia terdengar tidak menentu.

” Kami sedang bermain ski. ” Dia mengerutkan keningnya.

” Ya?”

” Lebih baik tidak”

Saya melihatnya dengan pandangna aneh.

“No really, we’re already out of state. We just wanted to let you know.”

” Tidak, Kami sudah keluar dari sana. Kami hanya ingin kamu mengetahuinya. ”

Dia tiba-tiba menutup teleponnya.

” Apaan tuh ? ”

” Saya tidak tahu, dia mau kami kesana untuk memberikan pernyataan. ”

” Bukankah kita harus? ”

Dia tidak berbicara untuk sesaat. ” Saya tidak tahu, Saya punya perasaan yang buruk, Saya hanya, lebih baik jangan? dan kantor Sherif di kota kecil? Seperti film horor kamu akan mati disana.

” Kami tidak sedang ada di film horor . ”

” Bukankah kita ? ”

Saya mengangkat bahu. Saya benar-benar tidak memicu akan kembali kesana. Terus terang, saya masih khawatir bahwa mereka mengikuti kami. Saya benar-benar tidak mau di jebak di tengah jalan oleh orang-orang psycho. Dan kami juga sudah memberitahu polisi, kami sudah melakukan bagian kami.

Tetapi semalam, ada berita disurat kabar bahwa 3 orang perempuan dinyatakan hilang. Mereka sedang melakukan perjalanan di daerah sana. Tidak pernah kembali ke Seattle.

Saya tidak bisa membamtu tetapi bertanya-tanya apakah mereka bermalam di motel yang sama. Apa yang akan terjadi apabila Ally tidak berjalan pada malam itu. Apabila kami berdua terkunci didalam kamar itu. Apa yang dinantikan oleh orang-orang di ruangan lainnya? Apa yang akan mereka lakukan? Apabila mereka hanya melihat… bisa jadi saya dan Ally yang menjadi korban orang hilang.

SOURCE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s